Tulisan Berjalan Sendiri

Senin, 17 September 2012

CERITA JOKO KLIYENG

CERITA JOKO KLIYENG YANG DICERITAKAN OLEH SANG PEJUANG BANGSA 

 Bacalah Dengan Seksama Cerita Ini
Joko Kliyang - kliyeng 
Jika tertarik dengan cerita kami silahkan hub :

Nama     : Jakly
Alamat    : Tanjung Harapan Marga Tiga
                 Kabupaten Lampung Timur
 No. Hp  : 081272198574

Dan Cerita ini berlanjut jika ada yang berminat silahkan hub. No. Tersebut 
Jaka Kliyeng / Jakly.
Terimakasih.
JOKO KLIYENG 
JOKO KLIYENG adalah nama julukan yang diberikan ibu kepadaku karena aku serinng kliyang kliyeng, suka pergi  tanpa pamit.Nama asliku Muhammad Ikhwan bin Sholihin bin Yasyir.Lahir pada tanggal 13 Agustus 1964 didesa Tanjung harapan kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur.Ayahku bernama Sholihin dari Banyu wangi dan Ibuku bernama Watini dari Blitar.Pendidikan SDN Tanjung harapan,MTS Ma’arif Sekampung,PGAN Metro, S1 STAIN Metro.Menikah pada tahun 1988 dan pada saat ini (2012) dikaruniai 3 orang putra.Pekerjaan PNS (guru Agama Islam ) dari tahun 1986 sampai dengan tahun 2009, di UPTD Islamic Centre Lampung Timur dari ntahun 2009 sampai dengan sekarang (2012).Cita –cita menjadi seorang penyanyi atau kyai.Ketika aku berusaha mewujudkan cita-cita inilah aku dapat julukan JOKO KLIYENG.

INI ADALAH KISAH PETUALANGANKU UNTUK MENGEJAR MIMPI DAN MENCARI KETENANGAN HIDUP SERTA KEBAHAGIAAN YANG HAKIKI.

A.MENCARI RAJA DANGDUT.
B.MENDAPAT JODOH
C.MIMPI BERTEMU WALIYULLAH
D.ADA CINTA LAIN
E.DIWEJANG SUNAN KALI JAGA
F.BERTEMU SYEKH MUKHLIS BATU AMPAR
G.MENCARI HARTA KARUN DIMAKAM SYEKH MALIKUS SHOLIH
H.TERGODA RAYUAN SETAN TOGEL
I.MEMBANGUN MAKAM SYEKH MALIKUSH SHOLIH.
J.JIHADUL AKBAR.

SEKELUMIT KISAH MASA DI PESANTREN.

Tahun 1981 aku  tamat Madratsah Tsanawiyah, kemudian melanjutkan ke PGAN Metro dan tinggal di pondok pesantren Mambaul Huda asuhan Bapak K.H Muhammad Nur Asrori. Di kota Metro pada saat itu banyak dihiasi poster film film barat,china,India dan tidak ketinggalan film Indonesia. Akan tetapi yang sangat menarik perhatianku adalah poster film film bang Rhoma Irama alias SI RAJA DANGDUT. Saking gandrungnya aku berusaha menyisihkan uang saku sekolah dan terkadang mengorbankan  waktu mengaji hanya untuk sekedar nonton film Bang Rhoma Irama di gedung bioskop maupun layar tancap di lapangan atau tempat orang hajatan.
Suatu malam setelah sholat Isya aku dan beberapa teman santri mengendap endap menhindari pengawasan pengurus pesantren,kami menuju belakang pondokan membobol pagar bambu yang melingkari pesantren kami,kemudian berlari kearah lapangan desa yang pada malam itu ada pemutaran layar tancap, selamatlah kami dari pengawasan pengurus pesantren. Lewat tengah malam kami baru pulang melalui pagar bambu belakang pondokan, akan tetapi ada kain sarung teman yang tersangkut bambu, gretak...  sehingga menimbulkan kecurigaan teman santri yang sedang ronda,kami ketahuan dan dilaporkan pada pengurus pesantren dan malam itu kami harus menerima hukuman tidur dikolam alias direndam karena melanggar aturan pesantren.

Suatu hari sebelum berangkat sekolah aku tidak sempat memasak nasi,pulang sekolah setelah sholat zuhur aku menuju dapur umum untuk masak nasi dan sayur buat makan siang,lonceng berbunyi berarti para santri harus bergegas keruang belajar untuk mengaji, aku tetap meneruskan pekerjaanku didapur, tidak berapa lama pengurus pesantren operasi dikamar pondokan untuk mencari santri yang tidak mengaji, tidak luput dari perhatiannya dapur umum tempat aku memasak, braaak... pintu didobrak, kok nggak ngaji kata kakak pengurus, aku mau makan  dulu kak, sahutku sambil sambil ngipas nasi dan sayur yang telah aku tuang dalam nampan biar cepat dingin, tidak ku sangka dan ku duga kaki pengurus mengayun dan prang... panci,wajan, nampan berantakan. Aku gak jadi makan,aku kalah besar,aku kalah kuasa,aku hanya bisa meneteskan air mata, lalu pergi kekamar pondokan mengambil kitab dan pergi keruang belajar untuk mengaji. Aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran kakak pengurus pesantren saat itu, mungkin dikira aku mencari kesempatan tidak mengaji agar bisa nonton film, karena beberapa hari sebelumnya aku bolos ngaji hanya untuk nonton film bang Rhoma Irama dibioskop.  
Setelah tamat dari sekolah PGAN aku kembali kedesa Tanjung harapan,usai makan malam aku di panggil oleh  ayah,”wan... bapak hanya bisa menyekolahkan kamu sampai disini,karena adik adik mu juga masih memerlukan biaya,” aku diam tidak menjawab,sebenarnya dalam hatiku bergemuruh menahan gejolak perasaan,ingin rasanya aku mengatakan pada ayah bahwa aku ingin kuliah seperti teman yang lain, tapi aku sadar siapa ayahku, seorang petani kecil yang harus menanggung beban kebutuhan keluarga dan biaya sekolah 3 orang adikku, aku meninggalkan meja makan dengan risau,perasaan risau itu terbawa larutnya malam hingga mengantarkan aku keperaduan. Keesokan harinya aku coba mengajukan lamaran ke SDN yang ada didesaku sebagai tenaga guru honorer, Alhamdulillah diterima, aku merasa bahagia juga bangga bisa mengamalkan ilmu yang baru kudapat dari bangku sekolah dan mengabdi didesa sendiri. Hari demi hari kujalani kesibukanku bersama anak –anak murid sekolah dasar dipagi hari dan anak anak santri masjid dimalam hari.

 
A.MENCARI RAJA DANGDUT.

Setelah tamat dari sekolah PGAN di Metro, aku pulang kedesa menjadi guru mengaji di masjid dan guru di SDN Tanjung harapan meskipun hanya sebagai tenaga honorer. Ketika ada penerimaan guru Inpres aku ikut mendaftar dan melaksanakan tes tertulis di provinsi yaitu GOR Saburai Bandar Lampung. Selesai tes aku tidak pulang kedesa tapi malah nekat pergi ke Jakarta, dengan niat bulat harus bertemu Raja dangdut. Aku memang belum tahu tentang Jakarta, beruntung dikapal fery penyeberangan Bakau huni-Merak bertemu dengan juragan pisang tetanggaku yang akan ngirim pisang ke Jakarta, dia mengajak aku bareng sama mobilnya. Sampai di Jakarta masih malam sehingga aku harus minap dilapak pisang, diatas sebuah dipan tanpa bantal dan tanpa selimut ditambah nyamuk-nyamuk yang nakal mengganggu telinga.
Pagi harinya setelah mandi,minum teh hangat  dan sepotong roti, aku diantar ke terminal pulau gadung. Dari sini aku mulai menjelajah kota Jakarta untuk mencari Raja dangdut,dari terminal satu keterminal lain,naik turun kopaja,bertanya kepada kondektur juga tukang bubur, berjalan diantara ramainya kendaraan, menyusuri gang gang sambil memegang secarik kertas yang bertuliskan TEBET TIMUR. Sampai menjelang magrib aku belum menemukan alamat yang kucarai, aku berhenti didepan sebuah masjid tak lama kemudian terdengar kumandang azan magrib aku memutuskan untuk sholat magrib di masjid ini. Selesai solat aku masih bertahan dimasjid ini tidak ada seorangpun yang menyapa sampai waktu sholat Isya’. Setelah sholat Isya’ seorang pengurus masjid menghampiri aku sambil berkata,” ma’af mas masjidnya mau di kunci”, aku pindah keteras masjid kemudian merebahkan badan. Baru beberapa menit berlalu belum sempat memejamkan mata, datang segerombolan pemuda mendekati aku, aku berharap mereka tidak mengganggu aku,salah seorang diantara mereka bertanya,” mas dari mana ?” dari lampung jawabku.”ma’af mas masjid ini tidak boleh untuk menginap,jadi sebaiknya mas nginap aja tempat pak RT,” sambil menunjuk sebuah rumah yang tidak jauh dari masjid. Ahirnya aku bermalam di rumah pak RT dengan menunjukkan KTP. Pada pagi harinya sambil minum teh dan sepotong kue pak RT bertanya,” adik mau kemana ?” saya mau cari rumah bang haji Rhoma,” itu rumah bang haji” sambil menunjuk sebuah rumah yang besar tak jauh dari rumah pak RT, aku bersyukur karena keinginanku bertemu dengan bang haji akan segera terwujud,bisik hatiku. Aku bergegas menuju rumah yang dimaksud, sayup sayup terdengar alunan lagu LARI PAGI, aku semakin yakin inilah rumah bang haji Rhoma Irama. Di tengah jalan aku berpapasan dengan seorang penjual koran yang menjajakan korannya, sepintas aku mendengar dia menyebut nama Rhoma, lalu aku membeli koran itu yang ternyata disitu tertulis berita bang haji Rhoma sedang dirawat di rumah sakit. Aku urungkan niatku mendatangi rumah bang Rhoma. Dengan perasaan gundah,risau dan entah apalagi yang aku rasakan,aku memutuskan untuk pulang ke lampung.

jika anda tertarik dengan cerita ini silahkan hub. kami cerita ini berlanjut dan menarik terimakasih.
Kami membuat cerita ini dengan tujuan untuk mengembangkan minat membaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar